Kamis, 28 November 2013

SEMENIT SAJA



Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke
masjid
untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk
dibelanjakan!
 
Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun
betapa singkatnya kalau kita melihat film.
 
betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun
betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman
tanpa harus berpikir panjang-panjang.
 
Betapa asyiknya  apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra
namun
kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada
 biasa.
 
Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur'an tapi
betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.
 
Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau
 konser
namun
lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid
 
Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi
 semata,
namun
alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.
 
Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun
betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada
saat terakhir untuk event yang menyenangkan.
 
Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al
 qur'an;
namun
betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang
 lain.
 
Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun
betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.
 
Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk
 percaya
atau
berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.
Betapa kita dapat menyebarkan seribu
lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti
 api;
namun
kalau ada mail yang isinya tentang Kerajaan Allah betapa seringnya kita
ragu-ragu, enggan membukanya dan mensharingkannya, serta langsung klik
 pada
icon
DELETE.
 
ANDA TERTAWA ...? atau ANDA BERPIKIR-PIKIR...?
Sebar luaskanlah Sabda-Nya, bersyukurlah
kepada ALLAH, YANG MAHA BAIK,PENGASIH
DAN PENYAYANG.
Apakah tidak lucu apabila anda tidak memFORWARD pesan ini. Betapa
 banyak
orang tidak akan menerima pesan ini, karena anda tidak yakin bahwa
 mereka
masih percaya akan sesuatu?
 

Selembar Kertas Putih


Oleh: K Suheimi

Banyak tamsil tentang selembar kertas putih. Antara lain. Setiap bayi yang lahir adalah bagaikan kertas putih. Ibu dan bapaknya yang akan mengukir pada k ertas itu, mau jadi apa anaknya, Majusi , nasrani atau yahudi.
Bermacam-macam kisah yang saya dengar tentang  kertas putih, tapi yang paling menarik adalah kisah Beruang dengan anaknya yang hari ini saya dengar dari Radio Classy. Ceritra enak dan perlu di dengar. Contohnya sangat sederhana tapi puinya makna yang dalam.
Dan saya tersentak sewaktu mendengar resonansi jiwa dari Radio Classy.  Yanti dengan manis mengubah satu kisah, dan kisah ni disampaikan oleh Adi dengan penuh perasaan. Saya kira ceritra ini bagus untuk kita simak bersama, begini kisahnya

Seekor anak beruang suka mencari-cari kesalahan,, Dengan cekatan, ia akan mampu menunjukkan kesalahan teman-teman dan orangtuanya,, Bahkan jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka ia menyalahkan teman dan orangtuanya,,

"Aku jatuh karena Ayah meletakkan benda ini di sembarang tempat," kata beruang kepada ayahnya saat ia terjatuh ,,
"Kamu mengalami musibah ini karena kamu tidak berhati-hati,, Oleh karena itu, kalau berjalan harus hati-hati," kata anak beruang suat ketika kepada seekor kijang yang terkilir kakinya,,
Pada suatu hari, anak beruang berjalan-jalan di pinggir hutan,, Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya,,
"Wah, madu lebah itu pasti sangat manis,, Aku akan mengambilnya,, Aku akan mengusir lebah-lebah itu!"
Ia pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah itu dengan keras,, Ribuan lebah merasa terusik dan menyerang anak beruang,, Melihat binatang kecil yang begitu banyak, anak beruang lari terbirit-birit,, Lebah-lebah itu tidak membiarkan musuhnya pergi begitu saja,, Satu.... dua .... tiga, lebah-lebah menghajar dengan sengatan,,
"Aduh....tolong....!"
Byur!! Beruang menceburkan dirinya ke sungai,, Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan anak beruang yang kesakitan,,
"Mengapa Ayah tidak menolongku? Jika Ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkanku,, Semua ini salah Ayah!"
Ayah beruang diam sejenak, lalu mengambil selembar kertas putih,,
"Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini?"
"Itu hanya kertas putih, tidak ada gambarnya," jawab anak beruang,,
Kemudian, ayah beruang mencoret kertas putih dengan sebuah titik berwarna hitam,,
"Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini?" "Ada gambar titik hitam di kertas putih itu!"
"Anakku, mengapa kamu hanya rmelihat satu titik hitam pada kertas putih ini? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih,, Betapa mudahnya kamu melihat kesalahan Ayah! Padahal masih banyak hal baik yang telah Ayah lakukan padamu,,"
Ayah beruang berjalan pergi meninggalkan anaknya yang duduk termenung,,,
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah firman sucinya  dalam Al Qur'an

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain.Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 49:12)

SELAMAT ULTAH BAPAK SUHEIMI



Dari tulisan bapak yang kubaca
Tergambar beberapa kisah
Yang pernah bapak jalani
Dalam kehidupan ini

Walau tidak pernah bertemu
Dari kecil sepertinya
Bapak sudah terbiasa isi waktu
Dengan sesuatu yang berarti

Permainan masa kecil diranah
Yang banyak menuntut gerak badan
Seperti main patah pinggang
Dapat bapak kaitkan dengan kesehatan
Kadang bapak kaitkan dengan
Pelatihan konsentrasi
Dan lain sebagainya

Untuk menambah uang saku
Sambil bermain
Sambil kuliah
bapak berjualan
Hikmahpun dapat bapak ambil
Dari kegiatan ini
Hingga jadi ilmu bagi orang lain

Ketika sudah dewasa
Dengan gelar akademis yang sempurna
Konglomerat diantara pengusaha
Penghasilan yang tiada tara
Istri yang jelita
Anak-anak yang membuat bangga
Bapak tetap santun dalam berkata
Sederhana seperti orang tidak punya
Bergaul dengan siapa saja
Berusaha tebarkan kebaikan
Mengajak semua orang jadi yang terbaik
Sehingga bermanfaat bagi orang lain

Aku yang tak pandai menulis
Bapak dorong terus untuk berlatih dan berlatih
Bapak bilang tulisanku bagus
Aku sendiri ragu
Apa benar bagus
Pujian bapak membuatku bersemangat
Kutulis saja apa yang ku mau
Tak peduli
Apa orang suka tulisanku

15 Februari 2008
Usia bapak tepat 61 tahun
Selamat ulang tahun guruku
Semoga panjang umur
Tetap berkarya demi kebaikan
Terdepan dalam pendidikan
Terdepan dalam kesehatan
Terdepan dalam bisnis
Terdepan dalam syiar agama
Amin YRA


Bengkulu, 16 Februari 2008


Hanifah Damanhuri

SELAMAT JALAN Dokter Jusman J


Oleh: K Suheimi


Bersamamu  40 tahun yang lalu
Kita selusuri  lebatnya Hutan di Siberut Utara
Ber hari-hari Kita dayung sampan pengabdian
Pelosok-pelosok desa simatalu , si malige
Kita harungi  dan kita titi jembatan yang hanya sebatang pohon

Bermalam, di huma-huma
Kita alami hidup seperti hidupnya orang mentawai
Pakai cawat dan makan sagu didalam bambu
Kita bantu si kere, dukun mentawai

Bahu membahu tolong menolong
Menacri orang sakit dan menolongnya

Beberapa tahun kemudian Engkau mengabdi di Tim Tim
Tak banyak orang yang mau ke medan perang itu
Seperti tak banyak yang mau ke pedalaman mentawai

Tapi dokter Jusman Engkau rela
Kemanapun kau pergi ntuk tugas kemanusiaan
Engkau teladan kami, banyak kami harus belajar darimu

Pernah kulihat nafasmu tersenggal, mukamu biru menahan sesak
Namun engkau bicara tentang mahasiwa dan tugas yang di emban
Dalam sakitmu kau masih memikirkan dan menolong orang lain

Hari ini Minggu12 Oktober 2006 Engkau meninggalkan kami
Pribadi yang kokoh,
 kokoh dalam penderitaan, kokoh dalam perjuangan
Dimataku  kuadikan Suri dan Tauladan

Diwajahmu terpancar  Ilmu amaliah,   dan amal ilmiah
Dan ilmu yang kau sebarkan  adalah ilmu yang bermanfaat

Engkau telah saksikan bahwa    kami selalu berusaha mengenal dirimu
berusaha meneladanimu     tapi…  inilah yang tak pernah kami bisa
 maafkan kami…


Hari ini kami menangisi kepergianmu
Walaupun engkau tak pernah menangisi dirimu
Betapapun beratnya derita yang kau tanggungkan
Di dunia engkau menderita
Semoga sorga menunggumu
Saat ini Tuhan tersenyum menunggu kedatanganmu

Selamat jalan  dr Jusma
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un
Dari Allah engkau datang
Dan kepada Allah kau kembali
Dan untukNya apa yang engkau kerjakan
Selamat menempuh hidup barumu
Di sisiNya.

Hai jiwa yang tenang.
Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
dan masuklah ke dalam surga-Ku.

Padang  13 Oktober 2008

SELAMAT JALAN BANG SAIDAL


Oleh: K Suheimi


Berita itu mengagetkan
Hari ini Rabu 20 Februari orang yang paling saya kagumi
Pribadi yang kokoh, kokoh dalam penderian, kokoh dalam perjuangan
Semangat siapa yang tak terbakar bila beliau berpidato
Dimata saya beliau saya jadikan Suri dan Tauladan
Dialah Bang Saidal

Diwajahmu terpancar  Ilmu amaliah,   dan amal ilmiah
Dan ilmu yang kau sebarkan  adalah ilmu yang bermanfaat

Engkau telah saksikan bahwa    kami selalu berusaha mengenal dirimu
berusaha meneladanimu     tapi…  inilah yang tak pernah kami bisa
 maafkan kami,Bang…


Hari ini kami menangisi kepergianmu
Walaupun engkau tak pernah menangisi dirimu
Betapapun beratnya derita yang kau tanggungkan
Di dunia engkau menderita
Semoga sorga menunggumu
Saat ini Tuhan tersenyum menunggu kedatanganmu

Selamat jalan Bang Saidal
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un
Dari Allah engkau datang
Dan kepada Allah kau kembali
Dan untukNya apa yang engkau kerjakan
Selamat menempuh hidup barumu
Di sisiNya.

Hai jiwa yang tenang.
Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
dan masuklah ke dalam surga-Ku.

Padang  20 Februari 2008

RENUNGAN 62 TAHUN R I


Oleh : K Suheimi

Dihari memperingati Ulang Tahun ke 62 Republik Indonesia, yang  hampir bersamaan dg usia  saya yang mulai senja, saya merenung

Kemerdekaan   yang dulu dilihat sebagai jembatan emas, kini ternyata  jembatan itu tak begitu rapi, labil dan penuh rayap.  Dia­tasnya  masih  bergentayangan orang Miskin, Orang  terlantar  dan orang-orang malang.

Allah pernah  berkata "Falaqtahammal Aqabah; Wama  Adraa Kamal Aqabah?;  Faqqu  Raqabah" Tapi mereka tiada  mau menempuh  jalan mendaki,  Tahukah kamu apa itu jalan mendaki.  Kamu  memerdekakan orang dari belenggu kemiskinan, memerdekakan orang dari  belenggu penderitaan, memerdekakan  orang dari belenggu kemelaratan  dan kesakitan, memerdekakan orang dari belenggu ke bodohan.

Inilah program kita Pengentasan kemiskinan. Pemberantasan kebodohan dan Peningkatan Infra struktur. Seakan  menjawab tantangan yg di tawarkan Allah dalam surat Al Balad.

Ya  Allah  berilah  kami kekuatan untuk  dapat memerdekakan dan meringankan  beban-beban orang yang terlantar miskin dan  malang itu.

Sebuah hari ulang tahun, terasa pada saat kita merasakan bagaimana  pentingnya  hidup dan hidup itu  ternyata begitu berarti bila di nikmati bersama  dan  sama-sama merasakan sakit dan senangnya. Sehingga Sukamu adalah sukaku jua
Sejarah  memang  banyak menyajikan kekecewaan. Impian semula  tak seutuhnya  terpenuhi.  Tidak sedikit revolusi di  khianati  oleh pendukung-pendukungnya sendiri. Sering terguncang dan salah arah.
Ya  Allah  Tunjukkilah kami jalanmu yang lurus  dan  yang benar, jalan orang-orang  yang telah Engkau beri  nikmat, bukan  jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalan  orang-orang yang sesat.
Ya  Allah Kami sering merasakan Kegagalan kami  untuk memaafkan, walaupun  itu hanya soal kecil dan sepele, dendam selalu  membara di hati ini. Tolonglah ya Allah Engkau hapuskan dendam dan mudah­kanlah maaf dalam diri kami.

62 tahun yang silam , Masa silam itu terasa begitu  jauh, sehingga kami mudah melupakan jasa sang  pahlawan. Ingatkanlah kami  akan perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan  harta dan  jiwanya  untuk kebahagiaan kami sekarang.  Dan  tempatkanlah Para Pahlawan Kami pada tempat yang semulia-mulianya, yang  seba­hagia-bahagianya
Waktu mengalir terus, ia tahu banyak hal yang  hilang, dan banyak yang di peroleh. Orang yang rugi  ialah orang-orang yang  waktunya  berlalu tapi imannya  tidak bertambah, waktunya berlalu  tapi  amalnya  tidak bertambah,  waktunya berlalu  tapi kebenarannya tidak bertambah, waktunya berlalu tapi  kesabarannya tidak bertambah.  Ya Allah bimbinglah kami  dalam  setiap detik waktu yang kami lalui menjadi waktu-waktu yang bermanfaat.
Kami  sadari bahwa Tak semua orang bisa  jadi  pahlawan, juga  tak semua pahlawan di maksudkan untuk jadi  pahlawan terus menerus,  tapi jadikanlah kami  pahlawan  pendidikan, pahlawana kesehatan dan pahlawan kemanusiaan.
Kenyataan dan bukti yang tak dapat di ingkari ialah setiap hari yang di lalui, semakin bertambah umur dan setiap kali ulang tahun di rayakan, tampak wajah ini semakin jelek dan semakin mundur, mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, jelas dan kentara sekali perubahnnya. Setiap tahun yang di lewati, umur yang tersisapun semakin berkurang, sedangkan perangai dan doasa-dosa yang di kerjakan bertambah terus. Setiap matahari terbit ada-ada saja dosa yang dikerjakan, mulai dari dosa mata, dosa telinga dan dosa lidah dan banyak lagi dosa-dosa yang lain. Kemudian saya coba berhitung. Umur makin berkurang dan dosa makin bertambah, bentuk pun semakin jelek. Dalam perhitungan masa atau waktu, itu adalah satu kerugian. Ah dosa makin bertambah sedangkan umur makin berkurang, sudah masanya harus bertobat, sudah masanya menyadari dosa-dosa yang tak di sengaja atau yang di sengaja, dosa besar atau dosa kecil lalu dengan sungguh-sungguh minta ampun dan berjanji tidak akan mengulangi lagi dosa-dosa serat tak akan menambahnya. Dosa yang sudah ada saja demikian banyak, akankah di tambah juga lagi? Lihatlah tenaga sudah makin berkurang, kekuatan sudah mulai menurun, amal dan kerja tidak bisa sebanyak dulu lagi. Tidak ada jalan lain lagi selain, dosa jangan di tambah dan yang sudah dikerjakan di minta ampunkan denga Tobatan Nasyuha, tobat sebenar-benarnya tobat dan tak akan mengulanginya lagi.
Tiap hari berlalu, bentukmu semakin jelek, dan perangaimupun jangan ikut-ikut jelek. Imbanganilah wajahmu yang jauh berubah jadi jelek itu dengan perangai dan tingkah laku yang baik dan terpuji supaya jangan merugi betul. mengingatkan saya akan sebuah Firman suci_Nya dalam surat Wal Asyri ayat 1-4 yang artinya kira-kira sebagai berikut:"Demi masa. sesungguhnya manusia itu berada dalam merugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan oarng yang ber amal saleh, berfatwa dengan kebenaran dan berfatwa dengan kesasbaran"

Sedang asyik menulis  tergiang  sebuah lagu  dari Ebiet G Ade:

''Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu.
Entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung.
Hanya atas kasihNya hanya atas kehendakNya.
kita masih bertemu matahari.
Kepada rumpun ilalang, kepada bintang gemintang.
Kita dapat mencoba meminjam catatannya''

''Sampai kapankah gerangan, waktu yang masih tersisa.
Semuanya menggeleng, semuanya terdiam
Semuanya menjawab tak mengerti.
Yang terbaik hanyalah segeralah bersujud.
Mumpung kita masih diberi waktu''

Hidup adalah anugerah karena itu marilah kita isi dengan kebaikan dan cinta kasih Kehidupan ini adalah laksana sebuah perjalanan Kita memulainya dari satu titik, dan kita akan mengakhiri perjalanan kita persis di titik yang sama, Dalam bahasa agama dikatakan bahwa kita berasal dari Tuhan dan kita akan kembali kepada Tuhan

Dahulu kita tidak ada dan nantinya juga tidak ada lagi. Kita memulai perjalanan kita dalam keadaan telanjang dan tidak memiliki apa-apa  Kita pun akan mengakhiri perjalanan kita dengan cara yang sama.
Semakin umur Anda bertambah, semakin pendeklah umur Anda dan semakin dekatlah Anda pada ketiadaan.

Sore tadi  saya  menatap sebuah  pohon  kayu yang sudah tua, daunnya  tidak  selebat  dulu lagi, rantingnya sudah banyak yang patah, pohonnya telah dihingga­pi benalu, badai yang berhembus kemarin mematahkan dahannya. Tapi yang saya saksikan keinginan untuk bertahan dan hidup terus masih tampak  pada pohon tua itu, karena masih saya lihat, di sebagian rantingnya  masih tampak daun-daun baru, tunas-tunas baru.  Kalau di  sebatang  pohon masih tumbuh daun-daun baru  dan  tunas-tunas baru, pertanda pohon itu masih panjang umurnya , karena dia masih produktif  menghasilkan tunas dan pucuk-pucuk baru.  Tapi  begitu dia tak bisa lagi menghasilkan tunas dan daun, maka sebentar lagi dia akan layu, terkulai dan mati. Agaknya  manusiapun demikian, setiap hari dia harus  produk­tif,  harus bisa dan mampu menghasilkan sesuatu. Kalau dia  tidak mampu  lagi, maka hidupnyapun tidak akan lama . Dan seseorang  di nilai dari produktifitasnya. Orang yang berkualitas adalah  orang yang bermanfaat bagi sesamanya, ialah orang yang bisa menghasil­kan  sesuatu di setiap saat dan setiap waktu. Kalau  tidak, maka demi waktu  mereka akan jadi orang-orang yang merugi. Yang  tidak merugi  ialah mereka yang selalu beriman mendekat pada  Tuhannya, ber amal atau selalu bekerja dan mengerjakan perbuatan yang baik, serta berfatwa untuk kebaikkan dan berfatwa dalam kesabaran.

"Ya Tuhanku,  tunjuk­kanlah  aku  untuk  mensyukuri ni'mat Engkau  yang  telah  Engkauberikan  kepadaku  dan kepada ibu bapakku, dan supaya  aku  dapat berbuat  amal  yang saleh yang Engkau ridhai,  berilah  kebaikkan kepadaku dengan (meberi kebaikkan) kepada anak  cucuku.  Sesung­
guhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".





Renungan di Ulang Tahun  RI ke 62

R E S O N A N S I


Oleh : Dr.H.K.Suheimi

Pak Muis guru Fisika saya waktu SMP, dengan mudahnya menerangkan. Apabila dua buah dawai atau kawat, dengan panjang yang sama, tebal yang sama , dengan kata lain bila kedua dawai itu punya panjang gelombang yang sama, frekwensi yang sama serta amplitude yang sama. Bila dawai yang satu di getarkan maka dawai yang lain ikut tergetar. Ikut tergetarnya dawai yang lain disebut dengan Resonansi. Resonansi adalah tergetarnya sesuatu akibat getaran yang lain , bila panjang gelombangnya sama, frekuensi dan amplitudonya sama.

Pendengaran itu adalah akibat Resonansi. Getaran bunyi ikut menggetarkan selaput gendang telinga, diteruskan ke tulang-tulang pendengaran, dikirim ke otak, Bila otaknya sadar dan hidup maka bunyi itu terdengar sesuai dengan getaran yang diterimanya. Begitupun mata bisa menangkap gelombang cahaya.

Radio yang kita hidupkan itupun prinsipnya memakai hukum resonansi sehingga kita bisa memilih siaran radio yang kita inginkan sesuai dengan gelombang radio yang di pancarkan. Ketika kita menekan tombol tuning radio 90.00 FM maka kita akan dengar siaran Radio Padang. Kita faham bahwa sinyal dimenara Radio dan di pesawaat radio  harus sama
Begitupula Televisi yang setiap hari kita tonton.. Jadi untuk bisa menonton, melihat dan mendengar, perlu ada pemancar dan ada penerima.
Manusia yang dijadikan sebagai makhluk yang terbaik justru sekaligus punya pemancar dan punya  alat penerima.
Sesuatu yang dipancarkanya sekaligus bisa diterimanya dan bisa diresonansikan-nya.

Mendengarkan Al_Qur’an pun demikian, agar  hati kita tergetar dan dada kita tergoncang tinggal kita menyamakan gelombangnya, makanya saya teringat satu Firman suci-Nya  Dan apabila dibacakan al-Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. (QS.  7 : 204)

Kita hidupkan hati kita  lalu kita simak dan dengar baik-baik lalu diperhatikan dengan tenang , ketika itulah Rahmat-Nya diturunkan.

Sekarang pelajaran Guru saya pak Muis itu baru saya refleksikan dan saya renungkan kembali, bahwa resonansi itu ikut tergetarnya dawai yang lain, bila dawai yang satu di getarkan .

Nah, ternyata seluruh alam ini adalah Getaran semata. Getaran gelombang ini bertingkat-tingkat , dari getaran yang paling lambat sampai getaran yang paling  cepat. Benda yang memiliki gelombang  yang paling lambat  adalah semua yang bisa diraba, dilihat, di kecap, dicium dan didengar.

Benda yang gelombang getarannya paling cepat ialah benda gaib yang tidak nampak, dan hanya bisa dirasa seperti kebahagiaan, cinta dan kasih sayang. Semua benda yang tidak tampak seperti Fikiran dan Perasaan memiliki getaran yang lebih cepat dan lebih kuat, Dan barang siapa yang terampil menggunakannya akan  memiliki hidup yang lebih baik

Innamal “amalu binniat. Setiap pekerjaan dimulai dengan niat.  Niat yang muncul di hati adalah sama dengan apa yang selaludalam fikiran. Dan ketika kita memikirkan sesuatu secara terus menerus , artinya kita sedang mengarahkan energi kesana. Energi itu akan ikut bergetar sesuai gelombangnya dengan fikiran kita. Disaat kita berfikiran dan memancarkan gelombang kebaikan, maka semua gelombang-gelombang kebaikan sekitar kita akan ikut bergetar, teresonansi menjadi kekuatan yang luar biasa. Dan himpunan kekuatan energi kebaikan inilah yang akan menghantarkan kita kepada niat kebaikan yang semula di pancarkan, dan ini akan terwujud dan cita-citapun akan sampai .

Sebaliknya jika kita berniat buruk  dan melakukan perbuatan yang buruk. Maka gelombang-gelombang buruk  disekitar akan berresonansi akan saling menguatkan , Maka kumpulan-kumpulan keburukkan itulah yang terjadi

Tak salah Rasul berkata  setiap perbuatan itu tergantung dari niat, jika niat baik yang di pasang  maka gelombang kebaikan lah yang  dia akan menarik lebih banyak hal-hal yang baik, dan terjadi resonansi kebaikkan . Sebaliknya bila niat buruk yang di pasang , maka akan berhimpun gelombang keburukan, saling tambah menambah  sehingga nanti akan di gulung oleh keburukan kita sesuai dengan apa yang kita niatkan, dan apa yang kita fikirkan

Begitu seterusnya  bila seseorang memancarkan gelombang dengki, maka dia akan menuai kedengkian, dan dia akan jadi penghasut.
Ketika dia memancarkan gelombang ketakutan, maka gelombang-gelombang ketakutan di sekitarnya akan beresonansi dan takut itu semakin menjadi-jadi, jadilah dia si penakut, karena takut itu ada dan bersemi dihatinya.

Nah ketika kita resah dan gelisah, maka pancaran resah dan gelisah itu akan nampak di mata, dihati dan didenyut nadinya yang akan meresonansi setiap gelombang keresahan di sekitarnya, dan dia akan di gulung oleh keresahan dan kegelisahan.

Pada hakekatnya  Anda adalah apa yang anda fikirkan. Kalau mau berfikir kearah jelek, jeleklah kita,  kalau berfikir kearah baik maka baiklah kita.

Sebaliknya jika kita memikirkan yang indah, maka kita di kerumuni oleh gelombang ke indahan dan dia akan beresonansi dan nanti kita pasti akan merasakan dan memetik ke indahan.
Begitupun ketika kita memancarkan gelombang cinta, maka  gelombang cinta disekitar kita akan tergetar dan akan beresonansi, maka kita akan merasakan lezat dan indahnya cinta. Kita tanamkan benih cinta dan pasti kita akan menuai cinta itu

Pilihan ada di tangan kita, apakah kita akan membuat hidup kita susah, maka berfikirlah yang susah-susah, maka gelomang kesusahan akan mendekati kita kemudian dia beresonansi, kita akan di balut kesusahan, dan kesusahan itu datang silih berganti, bertubi-tubi seakan tak mau berhenti,

Karena dia mengalami resonansi, maka sering orang berkata, yang susah bertambah susah, yang senang semakin senang, Karena orang senang itu memancarkan gelombang kesenangan, dan semua orang akan senang, dan gelombang senang akan mendekatinya, karena adanya tarik menarik  antara sesama.  Maka resonansi dari kesenangan itu akan bertambah-tambah,

Amatilah orang yang sedang tertawa, bukankah ketawanya menular ?, orang lain ikut terpingkal-pingkal, dia menular dan dia beresonansi.
Sebaliknya jika seseorang menangis dan bersedih yang di sekitarnyapun akan berlinangan air mata ikut sedih dan larut dalam kesedihan, Gelombang kesedihan beresonansi saling tambah menambah, tukuk menukuk.

Saya teringat pada Almarhumah Ibu saya Hj Nurhama yang selalu berpesan “Suheimi, jika kamu memandang sesuatu dari segi buruknya, maka buruklah semua yang kau pandang. Jika kamu memandang sesuatu dari segi baiknya , maka baiklah semua yang kau pandang”.

Maka Allah selalu memberi kita dua jalan, Jalan kebaikan dan jalan keburukkan, terserah kita mau menempuh jalan apa
Inilah salah satu ajaran agama kita, agama yang menganut kebebasan, bebas memilih, dan tiap pilihan di minta pertanggung jawabnya.
Hiduplah sesukamu pesan Rasul namun satu saat kau akan mati. Kerjakan apa yang kau suka, dan setiap pekerjaan dimintakan pertangung jawabnya

Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suciNya dalam Al-Qur'an
Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, (QS. 90:8)
lidah dan dua buah bibir. (QS. 90:9)
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. (QS. 90:10)
Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. (QS. 90:11).



Padang, 7 Februari 2008.